News

PTS Online di masa Pandemi: Antara Musibah dan Anugerah.

 

Corona virus disease 19 atau yang akrab disebut sebagai COVID-19 telah membuat negara-negara yang terserang virus ini menjadi gelimpungan. Pasalnya, virus yang berasal dari Cina ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Mulai dari gejala ringan berup flu, hingga infeksi paru-paru bahkan dapat mebyebabkan kematian. Melansir dari laman Alodokter.com, Kasus pertama yang terjadi di Kota Wuhan Cina, pada akhir Desember 2019 lalu telah menyebar dengan cepat ke berbagai negara termasuk Indonesia telah diresmikan menjadi pandemi. Untuk mengantisipasi persebaran yang sangat cepat, membuat negara-negara menerapkan kebijakan-kebijakan. Seperti di Indonesia. Pemerintah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bukan tanpa alasan, menurut data yag dirilis Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 23 September 2020 mencapai 252.923 dengan jumlah kematian sebanyak 9.837 orang. Selain PSBB, pemerintah melakukan kebijakan lain dengan menutup tempat-tempat yang memungkinkan teciptanya kerumunan, termasuk sekolah.

Terhitung sejak pengumuma resmi yang disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (2/3/2020) siang, terkait kasus positif korona yang ada di Indonesia, sekolah merupakan salah satu tempat yang merasakan langsung dampak dari adanya covid-19. Berawal dari dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease 19 (Covid 19). Selain berisi tentang pembatalan UN 2020, melalui SE ini juga telah ditekankaan terkait pembelajaran dalam jaringan (daring). Hal ini ditanggapi dengan baik oleh kepala-kepala daerah supaya diteruskan kepada semua sekolah, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dirgantara Putra Bangsa. Mulai dari peniadaan UN, PPDB secara online, pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan (daring), hingga pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang juga dilaksanakan secara daring (Online).

Pembelajaran daring yang diterapkan oleh SMK Dirgantara Putra Bangsa pada tahun ajaran 2020/2021 diikuti oleh evaluasi pembelajaran secara daring. Seperti Penilaian Tengah Semester (PTS) yang dilakukan secara daring terhitung sejak tanggal 14 September hingga 24 September 2020. Pelaksanaan PTS dilaksanakan dari rumah masing-masing dengan menggunakan Media Google Form. Karena dilaksanakan di rumah masing-masing, untuk memastikan kesiapan siswa, 30 menit sebelum mengerjakan soal siswa diwajibkan melakukan presensi pada masing-masing grup kelasnya. Kemudian, setelah memasuki waktu pengerjaan, wali kelas akan membagikan link goofle form masing-masing mata pelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Google Form sendiri sudah tidak asing di telinga para siswa. Selain cara penggunaan yang tidak terlalu rumit, kuota yang dihabiskan tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, penggunaan platform seperti google form dapat memudahkan pelaksanaan PTS secara online. PTS online sendiri dapat dikatakan sebagai satu-satunya solusi untuk dapat tetap melaksanakan ujian di masa pandemi seperti saat ini. Namun, di samping kemudahan dan keefektivan dalam melaksanakan PTS online, terdapat pula kendala yang dihadapai oleh siswa. Salah satunya adalah tidak adanya sinyal, kuota yang tiba-tiba habis, serta fasilitas lain seperti Handphone yang kurang memadai dan lain sebagainya. Walaupun demikian, terdapat beberapa kemakluman yang diberikan pihak sekolah.

“Iyaa, le. Nanti bisa melakukan susulan setelah sesi pada hari ini selesai, yaa.” Demikian respon wali kelas 10A ketika ada salah satu siswanya yang mengalami kendala terkait sinyal saat pelaksaan PTS berlangsung. Selain beberapa kendala tersebut, pelaksanaan PTS yang dilakukan di rumah masing-masing dirasa kurang taransparan. Siswa memiliki peluang untuk melakukan kecurangan pada saat mengerjakan soal ujian online. Bahkan siswa juga dapat bekerjasama dengan teman lain pada saat ujian online sedang berlangsung. Hal ini disetujui oleh Bu Ari, selaku Ketua Pelaksana PTS gasal tahun ajaran 2020/2021. “Secara pengawasan (siswa) jelas kurang. Gak transparan, karena kita tidak bisa melihat secara langsung kondisi siswa.” Jawabnya ketika dikonfirmasi via whatsapp pada Hari Jum’at (25/9/2020) lalu. Namun demikian, beliau menambahkan. Pelaksanaan PTS yang dilakukan secara online memiliki kelebihan, yaitu lebih menghemat kertas sehingga mengurangi limbah yang ada.

Terlepas kekurangan dan kelebihan yang ada, PTS Gasal pada Tahun Ajaran 2020/2021 telah terselenggra dengan lancar. Kami sebagai siswa sangat mengapresiasi langkah-langkah dari pihak sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan di masa pandemi ini, sehingga semangat yang dimiliki oleh kami sebagai siswa SMK Dirgantara cukup tinggi. Semoga pelaksanaan evaluasi pembelajaran ke depannya semakin baik, dan kekurangan-kekurangan yang ada dapat teratasi dengan baik pula. Kami selalu berdoa supaya pandemi ini segera berlalu, sehingga situasi dan kondisi kembali normal seperti sedia kala dan kita dapat segera bertemu khususnya dalam proses pembelajaran secara langsung. Pulihlah bumi pertiwiku. –Oleh Nur Ainil Fasya (Jurnalistik dipaba #Joerda Dipaba)

Leave a comment